top of page

Mobil Seken Bandung

Mobil Bekas tanpa was-was

Mobil Seken

Pelemahan Daya Beli Picu Tren Mobil Bekas

  • Gambar penulis: irfanmaulanamr
    irfanmaulanamr
  • 12 Feb
  • 1 menit membaca

Kondisi ekonomi di awal tahun 2026 menunjukkan fenomena di mana masyarakat lebih memilih mobil bekas dibandingkan mobil baru.


Hal ini didorong oleh beberapa faktor utama yang tercatat dalam sumber:


  • Penurunan Pasar Mobil Baru: Industri kendaraan baru mengalami tahun yang berat dengan penurunan penjualan wholesales sebesar -7,2% pada tahun 2025 (mencapai 803.687 unit), melanjutkan tren negatif dari tahun sebelumnya. Penjualan retail juga terkoreksi turun sebesar -6,3%.

  • Kejatuhan Merek Raksasa: Dua penguasa pasar, Toyota dan Daihatsu, mengalami penurunan penjualan masing-masing sebesar -13,3% dan -19,8%. Kondisi ini mencerminkan bahwa harga mobil baru dari merek populer semakin sulit dijangkau oleh konsumen kelas menengah.

  • Faktor Insentif dan Harga: Adanya wacana penghapusan insentif mobil listrik (EV) pada tahun 2026 diprediksi akan membuat harga kendaraan listrik melonjak. Tanpa adanya insentif seperti pembebasan PPnBM dan potongan PPN, minat masyarakat terhadap unit baru dikhawatirkan akan semakin menurun, sehingga pasar mobil bekas menjadi pelarian utama yang paling masuk akal secara finansial.

  • Gairah Pasar Bekas: Di tengah lesunya penjualan unit baru, berita mengenai "Daya Beli Lemah, Orang Lebih Pilih Mobil Bekas" menjadi salah satu topik paling populer yang dicari masyarakat, menunjukkan tingginya minat pencarian unit seken berkualitas.

Komentar


bottom of page